IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Wagub Nasrul Abit: Festival Batipuh, Cara Lestarikan Budaya Minang Oleh Kaum Milenial

Wagub Nasrul Abit saat diterima dengan tari pasambahan dan tari gelombang saaat sampai di lokasi Festival Budaya Batipuh. Foto Humas Sumbar
Wagub Nasrul Abit saat diterima dengan tari pasambahan dan tari gelombang saaat sampai di lokasi Festival Budaya Batipuh. Foto Humas Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BATIPUH - Festival Batipuh salah satu menjadi contoh dan kebanggan, bagaiamana oranf Minangkabau melestarikan adat dan budaya bagi kaum milenial. Untuk itu, festival ini patut diapresiasi dan dijadikan sebagai tradisi budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat secara turun-temurun.

Hal ini dsampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Drs.H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai saat membuka secara resmi event Festival Budaya Batipuh dengan tema "Baradaik Ka Batipuh Barajo Ka Pagaruyuang Adaik Salingka Nagari" di Jorong Batang Gadih, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, (15/8/2020).

Kedatangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit disambut gembira Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma bersama para Ninik Mamak Nagari Batipuh Baruah, yang dipelihatkan dengan tari pasambahan dan tari gelombang terdiri dari "Silek, tari piriang, dan siriah carano".

Lihatlah setiap gerak dan makna tari pasambahan merupakan budaya tradisional Minangkabau sebagai bentuk ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu yang baru saja sampai serta diiringi oleh musik tradisional Minangkabau seperti gendang tambua dan talempong.

Masyarakat Minangkabau yang memiliki filosofi masyarakat Minang "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Bahwa sesungguhnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan proses pergulatan antara Adat, Islam.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"ABS SBK bagaikan filosofi Ilmu Pengetahuan dimana dalam kerangka filosofis dalam memaknai ekstensi manusia sebagai Khalifatullah di dunia. Dimana manusia memainkan peran menjaga lingkungan alam, menjaga hubungan sesama dan taat sebagai ibadah kepada Allah SWT," ujarnya.

Wagub Sumbar juga menyebutkan sebagian masyarakat mengkhawatirkan budaya ini akan hilang akibat perkembangan zaman, tetapi daerah Batipuh ini tidak, disini tempat orang beradat yaitu di kabupaten tanah datar. Karena tanah datar ini kental dengan adat dan budaya Minangkabau yang temurun dari orang terdahulu.

Dengan adanya festival budaya di Batipuh ini tentunya dapat menjadi contoh bagi generasi kedepan nantik. "Indak lapuak dek hujan, indak lakang dek paneh", artinya kehidupan kekerabatan di Minangkabau, walau pun pengaruh dari luar datang begitu besar, namun karena ikatan adat yang kuat maka sistem kekerabatan tersebut tidak akan goyah, inilah yang harus dipertahankan", kata Nasrul.

Nasrul Abit mengajak generasi muda harus mempelajari tata cara bagaimana melestarikan adat ini, agar potensi lokal dapat dipertahanjan terus menerus supaya tidak hilang terhadap perkembangan teknologi.

"Teknologi juga harus dikuasai yaitu mempunyai akar budaya sebagai cerminan orang Minang yang mempunyai budi pekerti, punya basa-basi, punya sopan santun juga karakter yang baik dibentuk oleh bidang keagamaan yang berpedoman dengan filsafat "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," harap Nasrul Abit. Rel/Editor

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH