Dia sendiri mengaku telah menghubungi ketua KPU terkait cara kerja petugas verifikasi faktual tersebut.
Atas kejadian tersebut, Jon Matias mengatakan pihaknya akan mempelajarinya dan kemungkinan akan mengambil langkah hukum.
"Tapi untuk saat ini, kami masih fokus melengkapi kekurangan bukti dukungan. Kami akan mempelajari dulu," ujarnya.
Jon Matias menilai pihak verifikator bekerja belum profesional, terbukti dilapangan masih ada pendukung kami yang belum tertata.
Terkait dengan keluhan Jon Matias itu, Komisoner KPU Solsel, Wilson Chaniago menyikapi bahwa itu semua baru penilaian mereka. Kalau bisa silahkan lampiri bukti-bukti, lalu PPS mana, dan siapa nama petugas yang tidak profesional itu.
Meski demikian Wilson berjanji akan melakukan penelusuran ke PPK yang dituduhkan tidak bekerja profesional itu.
"Saat datang, dicocokan dengan KTP elektronik dengan dokumen, kemudian ditanya mendukung atau tidak," ujarnya.
Ia menambahkan meskipun pendukung tersebut membuka warung, namun jika yang bersangkutan tidak berada di rumah maka petugas tidak mungkin menunggu.
"Tak mungkin harus menunggu kan? Mereka harus jalan lagi karena kami dibatasi waktu," ujarnya.
Editor : Berita Minang






