Inti dari ajaran yang telah dibawa oleh sekian nabi dan rasul hanyalah ketauhidan itu. Untuk membawa manusia semua di bumi ini agar menyembah kepada Allah SWT.
DAKWAH ILALAH
Mualaf adalah bagian dari penyebaran Islam yang memang harus dilakukan. Dakwah Ilallah. Islam sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw di kota Mekkah selalu disebarkan. Berawal dari Mekkah, keluar kota Mekkah, ke Madinah hingga ke seluruh bagian lain yang ada di dunia ini.
Islam secara alamiah memang butuh ntuk disebarkan. Madinah sebagai pusat kedudukan islam pada saat itu juga menjadi pusat penyebaran agama Islam (dikutip dari beberapa sumber).
Islam disebarkan ke luar Madinah oleh kaum muslimin melalui utusannya. Dalam penyebaran agama islam digunakan dua metode yaitu dakwah dan jihad. Dan dua metode ini menjadi sebuah metode tetap dalam Negara Islam di Madinah pada waktu itu menjalankan politik luar negerinya.
Dakwah yang dijalankan adalah untuk menyebarkan agama Islam. Dakwah dimulai dengan pengiriman surat kepada semua pemimpin Negara lain. Di alam surat tersebut ada tawaran Nabi saw kepada seluruh pimpinan tersebut apakah mau menerima Islam atau hanya tunduk pada kepemimpinan Negara Islam pada saat itu.
Sejarah mencatat, bagi yang mau menerima Islam maka secara otomatis Negara tersebut masuk ke dalam bagian dari Negara Islam Madinah. Dan akan dikirim utusan untuk mendakwahkan islam ke tempat tersebut. Utusan ini akan menerangkan bagaimana ajaran agama Islam, bagaimana penerapan hukum islam di negara mereka.
Bagi negara yang menolak untuk masuk islam maka akan diberikan tenggang waktu untuk sampai mau menerima dakwah etrsebut. Jika memang sampai pada tenggang waktu yang diberikan begara atau daerah tersebut masih belum mau untuk menerima Islam maka jalan kedua yang akan dipakai yaitu dengan jihad.
Jihad adalah perang. Namun jangan bayangkan bahwa perang yang ada pada saat penyebaran Islam dulu sama dengan perang yang ada pada saat ini. Dimana perang pada saat ini banyak melibatkan masyarakat sipil yang tak berdosa atau bahkan tak mengerti sedikit pun tentang perang yang terjadi.
Editor : Berita Minang






