IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Jangan Abaikan Mualaf, Ingat Mereka Tamu Allah

Awaluddin Kahar, S.IKom (Wartawan dan Pemerhati Mualaf).
Awaluddin Kahar, S.IKom (Wartawan dan Pemerhati Mualaf).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Seseorang yang masuk Islam karena pilihan, tentunya telah mengalami pergulatan batin yang luar biasa dan pertimbangan yang matang. Dia harus menundukkan hatinya untuk dapat menerima dan meyakini kebenaran baru.

Banyak kisah sedih mualaf. Mereka harus mempertimbangkan aspek sosial ekonomi sebagai konsekuensi atas pilihannya itu.

Karena mereka akan kehilangan pekerjaan. Atau, bisa jadi dia akan dikucilkan dari keluarga, bahkan diasingkan dari komunitas lamanya.

Salah seorang mualaf yang merasakan perjuangan berat mempertahankan tauhidnya Hilal Ramadan Gultum, 27 tahun.

Sekitar empat tahun lalu, alumni Universitas Negeri Padang (UNP) itu menentukan sikap bersyahadat. Mengakui tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Ikrar syahadat itu sekaligus bertanda anak muda ini pindah agama. Dari agama kristen pindah memeluk Agama Islam.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Saya bersyukur. Allah beri saya hidayah masuk Islam," timpal Hilal begitu panggilan akrab Hilal Ramadhan Gultum.

Menurut Hilal, hampir semua keluarganya termasuk abangnya yang aparat mengancam dirinya. Tapi Hilal tidak bergeming. Sekali bersyahadat hingga ajal menjeput.

Melihat betapa kompleksnya dampak pilihan ini, maka apabila dia tetap merasa yakin dengan kebenaran Islam, dia harus berserah diri dan pasrah dengan risiko apa pun.

Karena memang Islam datang untuk membawa manusia kepada penyembahan kepada Allah.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH