TUAPEIJAT - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepulauan Mentawai promosikan pakaian adat tradisional Mentawai di Jakarta.
Ketua Dekranasda Mentawai, Rosmaida Yudas mengatakan bahwa promosi pakaian adat atau peragakan busana Mentawai Kriyanusa 2019 ke tingkat Nasional merupakan suatu bentuk peran aktif dalam menggerakkan kerajinan serta kreatifitas masyarakat Mentawai
" kita salah satu kabupaten di Sumbar, saat ini ikut bersama kabupaten/kota se Sumbar dan juga daerah lain secara nasional mengikuti kegiatan ini, dan hampir semua mengenakan pakaian daerahnya masing-masing, dan tadi langsung disaksikan Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ibu Wakil Presiden RI, nyonya Mufidah Jusuf Kalla," kata Rosmaida di Tuapeijat, Rabu, (18/9/2019).
Menurut Rosmaida dengan keikutsertaan Dekranasda Mentawai dalam kegiatan itu, diharapkan pakaian adat tradisional dapat lebih dikenal di daerah, dikenal secara nasional bahkan internasional.
"Tujuan dari kegiatan ini seperti kita dari Mentawai pakaian adat kita ini belum menyeluruhlah dikenal, saya selaku ketua Dekranasda Mentawai mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan ini di balai Kartini merupakan salah satu ajang kita untuk mempromosikan pakaian adat Mentawai," ungkapnya.
"Saat saya tampil saat itu nomor urut dua belas, kita dapat aplaus tepuk tangan meriah, ibu Presiden juga sangat senang melihat itu, karena kalau kita melihat dari pakaian adat dan asesorisnya dari Kabupaten/Kota lainnya sebenarnya hampir sama, namun saat kita tampil ada sedikit perbedaan dan heran karena ditampilkan secara sempurna," ujar Rosmaida
Sebelumnya kata Rosmaida kegiatan ini pernah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Mentawai namun belum begitu maksimal. Ia juga mengatakan kegiatan promosi pakaian adat Mentawai diJakarta bukan dalam bentuk lomba namun sekedar memperkenalkan pakaian adat setiap daerah atau kabupaten/Kota.
"Sebenarnya yang membuat pakaian adat kita lebih menarik kalau di Mentawai ini kan pemasangannya masih manual, daerah lain saat ini sudah moderen pemasangannya jadi mereka tinggal tarok saja, jadi ini yang membuat perbedaan tersendiri, meski manual tapi lebih bagus," katana Rosmaida.
Selain itu dilakukan juga pameran promosi produk kerajinan di stand-stand atau olahan khas daerah Kabupaten/Kota, dan ini akan menjadi agenda tahunan baik tingkat Provinsi maupun Nasional.
Editor :






