IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

BLK Padang Panjang Disnakertrans Sumbar Produksi Masker 6000 Lebih Sehari

Gubernur Irwan Prayitno saat menerima penjelasan dari Kepala BLK Padang Panjang Suryadi Boy tentang proses produksi masker. Foto Humas Sumbar
Gubernur Irwan Prayitno saat menerima penjelasan dari Kepala BLK Padang Panjang Suryadi Boy tentang proses produksi masker. Foto Humas Sumbar
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Gunu menutupi kebutuhan masker bagi warga Sumatera Barat, BLK Padang Panjang Disnakertrans Sumbar ikut membantu memproduksi masker yang dikerjakan siswa SMK Kejuruan menjahit. Dalam satu hari mereka bisa memproduksi masker lebih 6000 buah setiap hari. Mereka bekerja dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Kepala UPTD BLK Padang Panjang Drs. Suryadi Boy, mengungkapkan, produksi masker yang dikerjakan 16 siswa SMK program kejuruan menjahit ini, selanjutnya akan didistrubusikan ke masing-masing daerah.

"Mereka bekerja memproduksi masker dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB," kata Boy Jumat (3/4/2020) di sela-sela mendampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meninjau pembuatan masker di BLK Padang Panjang.

Gubernur Irwan Prayitno, bahkan menyebutkan masker yang diproduksi oleh BLK tersebut terbilang cukup, apalagi ada BLK lainnya dan kalangan UMKM yang juga memproduksi masker, mudah-mudahan Sumbar tidak kekurangan masker.

"Saya sangat senang, sudah ada BLK yang produksi masker disini, semoga kebutuhan masyarakat terhadap masker dapat terpenuhi," ungkap Irwan Prayitno saat meninjau produksi masker di BLK Padang Panjang, Jumat (3/4/2020).

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam kunjungi BLK Padang Panjang gubernur Sumbar didampingi Walikota Padang Panjang Fadly Amran dan Wakil Walikota Padang Panjang Asrul serta Forkopimda Padang Panjang. Hadir juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumbar, Nazrizal dan Kepala Biro Aset Setda Sumbar Syafrizal.

Gubernur berharap setiap BKL akan digenjot melakukan produksi masker. Kalau setiap BLK wilayah Sumbar bisa menghasilkan 500 buah per hari setiap siswa, maka Sumbar tidak akan kekurangan terhadap masker.

"Barusan saya sudah memgunjungi BLK Payakumbuh ada 12 siswa yang produksi masker, dengan rata-rata 40 buah tiap hari satu orang. Sementara di BLK Padang Panjang ada 16 siswa yang juga memproduksi masker sekitar 40 buah tiap hari. Mudah-mudahan ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat pada masker," ujarnya.

Selain itu Irwan Prayitno berharap hasil produksi bisa lebih banyak sehingga dapat membantu kebutuhan masyarakat di luar Sumbar. Apalagi masker yang dibuat di BLK ini punya kelebihan bisa dipakai berulang setelah dicuci dan bahannya bebas bahan kimia.

Rencananya produksi masker yang dihasilkan BLK in akan dibagikan ke setiap rumah sakit dan Posko COVID-19 di tiap kabupaten kota di Sumbar atau masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH