BATUSANGKAR - Ketersediaan pangan khususnya padi di Kabupaten Tanah Datar diperkirakan cukup dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini disebabkan panen padi merata setiap bulan.
Kadis Pertanian Yulfiardi mengatakan sesuai tugas dan fungsi Dinas Pertanian, dilakukan pendataan dan pemantauan produksi pertanian termasuk dalam kondisi pandemi Covid-19.
"Dalam kondisi pandemi Covid-19, Dinas Pertanian melaporkan kondisi produksi pertanian setiap minggunya ke pusat, termasuk hari ini pemantauan langsung melalui video conference dengan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran," sampai Yulfiardi di lokasi panen padi Kelompok Tani Topi Lawik Jorong Taratak Indah Nagari Sungayang, Selasa (14/04/2020).
"Di Tanah Datar panennya merata setiap bulannya, tidak ada istilah panen raya, jadi keuntungannya gabah tersedia sepanjang bulan," sampainya.
Sebagai gambaran, Yulfiardi sampaikan sampai kondisi bulan Maret, luas panen padi sebanyak 13.639 ha, sementara April s/d Desember 2020 seluas 41.210 ha dan rata-rata panen per bulan 4.571 ha.
"Surplus ketersediaan beras ini yang dikirim ke daerah lain," sampainya lagi.
Sementara secara umum perkiraan kondisi ketersediaan 8 pangan di Tanah Datar 3 bulan mendatang, 6 komoditi kondisi surplus yaitu beras, jagung, cabe, daging sapi, daging ayam dan telur sementara bawang merah dan bawang putih neracanya minus.
"Bawang merah dan bawang putih neraca minus, masih butuh pasokan dari luar daerah," terang Yulfiardi.
Ketua Kelompok Topi Lawik Yulius merasa bahagia dengan masuknya masa panen padi bagi anggota kelompoknya.
Editor : Berita Minang






