PADANG PANJANG - Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah terus melakukan berbagai upaya. Menurut kajian Menteri Kesehatan, pada bulan April hingga Mei grafik penyebaran Covid-19 akan terus meningkat, dan hal itu tidak bisa dibiarkan.
Walikota Padang Panjang melalui Kepala Badan BPBD Kesbangpol Marwilis, SH, M.Si mengatakan, Pemko terus berupaya melakukan pencegahan terbaik melalui gugus tugas.
"Dengan mendirikan posko di 3 titik yaitu perbatasan arah Solok, perbatasan arah Bukittinggi dan perbatasan arah Padang", tambahnya.
Setiap kendaraan yang masuk ke Kota Padang Panjang dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, apabila suhu melebihi 37 derajat maka akan dilakukan karantina.
Pada saat ini, telah ada 1 orang masyarakat dari Tanggerang yang di karantina, datang sendiri untuk mengantisipasi. "Maka akan dilakukan karantina selama 2 Minggu kedepan", pungkasnya.
Lokasinya di BLK Padang Panjang Disnakertrans Sumbar dan BBI dipilih sebagai lokasi karantina bagi perantau yang pulang kampung. Untuk BLK, semua operasional akomodasi di tanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang memang BLK ini merupakan kewenangan Provinsi Sumbar.
"Sedangkan untuk BBI, akomodasi dan tenaga medis di tanggung oleh Pemerintah Kota", ucap Kadis Kesehatan pada Rabu (8/4/2020) saat diwawancarai di Balaikota.
Ditambahkannya, untuk personil yang di turunkan sesuai dengan kebutuhan, yang berasal dari tenaga kesehatan, gizi, analis, perawat, tenaga keamanan, Pol PP Damkar, BPBD dan petugas kebersihan.
"Para petugas di atur dengan shif pagi, siang dan malam, sehingga petugas tetap bisa beristirahat dan menjaga kesehatannya", ujarnya.
Editor : Berita Minang






