Peningkatan Kesejahteraan Warga Serta Pengentasan Kemiskinan Tetap Menjadi Prioritas

Pemerintahan-71 hit

BUKITTINGGI - Pemko Bukittinggi meluncurkan (launching) program Sembako Tahun 2020 disertai dengan penyerahan Bantuan Pangan, Kartu Indonesia Sehat serta sertifikat Graduasi Berdikari Sejahtera bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bukittinggi di tiga kecamatan, Minggu (08/03).

Menurut kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Linda Faroza, bantuan tersebut diberikan kepada warga setiap kecamatan. Bantuan sembako dan pangan tersebut diberikan senilai Rp 150.000/KK/bulan untuk bulan Januari dan Februari. Sedangkan untuk bulan Maret sd. Agustus nilai bantuan yang diberikan naik menjadi Rp 200.000/KK/bulan.

Untuk Kecamatan Guguak Panjang, bantuan sembako diberikan kepada 630 KPM. Untuk Kecamatan Mandiangin Koto Salayan diberikan untuk 1213 RT dan Kecamatan ABTB untuk 500 KK.

Bantuan sembako dan pangan tersebut terdiri dari beras kualitas premium 10 kg, telur ayam 30 butir, minyak goreng 4 liter dan gula pasir 2 kg, dengan total nominal bantuan keseluruhan sebesar Rp 162 juta lebih.

Sementara bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberikan untuk 19.206 jiwa se-Kota Bukittinggi dengan total nilai Rp 9 milyar lebih.

Bersamaan dengan itu, juga diserahkan bantuan tas sekolah bagi 726 siswa dari keluarga miskin.

Linda Faroza juga mengatakan, selain bantuan tersebut juga diserahkan sertifikat kepada 2.229 warga yang telah graduasi atau keluar dari PKH. Warga yang menerima sertifikat tersebut menyatakan tidak mau lagi menerima bantuan dan termasuk masyarakat yang telah mampu dan mandiri.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menyampaikan Pemko senantiasa memprioritaskan program-program yang terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi warga dan pengentasan kemiskinan.

Salah satu bentuk konkritnya adalah melalui program yang dilaksanakan Dinas Sosial, seperti prorgam sembako, PKH dan program-program lainnya. Program-program dimaksud tidak semata berupa pemberian bantuan dalam bentuk dana tunai, namun juga berupa pembinaan terhadap kelompok usaha bersama (KUBE).

Menurut Ramlan, dengan program pembinaan dan pelatihan keterampilan, masyarakat bisa menjadi warga yang mandiri dan meningkat taraf perekonomiannya secara perlahan. "Alhamdulillah, ini (program pembinaan dan pelatihan keterampilan_red) berjalan efektif.

Buktinya, saat ini sudah ada 2.229 warga yang sudah menyatakan keluar dari PKH atau graduasi. Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga yang telah graduasi dan menyatakan tidak lagi masuk PKH tersebut. Ini membuktikan telah adanya peningkatan kesejahteraan serta kemandirian warga", ujarnya.

Wako juga mengapresiasi kinerja dan berterima kasih kepada pekerja sosial yang menjadi mitra kerja pemerintah untuk memonitor kondisi warga. Dengan upaya itu, pemerintah dapat memberikan bantuan secara tepat sasaran, ungkapnya.

Yus

Loading...

Komentar

loading...

Berita Terbaru