IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ini Fatwa MUI Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Wabah Virus Corona

Dari kiri ke kanan: KH. Abdul Rahman Dahlan, KH. Asrorun Niam Sholeh, Prof. Huzaemah Tahido Tanggo, KH. Hamdan Rasyid. Foto Humas MUI
Dari kiri ke kanan: KH. Abdul Rahman Dahlan, KH. Asrorun Niam Sholeh, Prof. Huzaemah Tahido Tanggo, KH. Hamdan Rasyid. Foto Humas MUI
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Senin (16/03/2020) sore menetapkan Fatwa tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Covid-19. Fatwa ini memiliki ketentuan umum bahwa Virus Corona (Covid-19) adalah Corona Virus Desease, yaitu sebuah penyakit menular disebabkan corona virus pada tahun 2019. MUI menekankan bahwa setiap orang wajib melakukan ikhtiar kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menimbulkan terpapar penyakit. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pokok beragama yaitu Al-Dharuriyah al-Khams.

Fatwa MUI tentang ibadah ini menyatakan, orang yang sudah terpapar virus Corona, maka wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada pihak lain. Mereka yang sudah terpapar Corona bisa mengganti Shalat Jumat dengn shalat Zuhur di kediamannya masing-masing.

"Karena shalat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh, saat membacakan Fatwa tersebut di Gedung MUI Pusat, Senin (16/03/2020).

"Bagi orang yang telah terpapar virus corona, haram baginya melakukan aktivitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti shalat berjamaah lima waktu atau rawatib, shalat Tarawih dan Ied di Masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar," katanya.

Menurut Ketua Dewan Fatwa MUI Hasanuddin, fatwa ini disahkan pada Senin (16/3/2020). "Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Seperti apa isi fatwa lengkap MUI terkait wabah Covid-19? Berikut isi lengkapnya:

FATWA

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Nomor 14 Tahun 2020

Tentang

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH