PADANG - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 2 2020 mengubah beberapa regulasi di kompetisi tersebut. Salah satunya adalah meniadakan babak 8 Besar.
Liga 2 2020 sendiri akan digelar pada bulan ini. Sebelumnya, PT LIB telah memulai Liga 1 pada awal Maret 2020 lalu. Untuk Liga 2 sendiri akan dimulai pada 13 Maret 2020 mendatang, operator telah membagi 24 tim ke dalam dua grup.
Namun, ada beberapa regulasi baru yang digunakan pada Liga 2 kali ini. Salah satunya adalah penghapusan babak 8 Besar. Dari fase grup cuma ada empat tim yang lolos untuk langsung melaju ke babak semifinal.
Artinya, masing-masing grup cuma bisa meloloskan dua tim. Berbeda dengan musim lalu yang bisa meloloskan empat tim untuk bertanding di delapan besar. Kondisi ini dianggap membuat persaingan Liga 2 kian ketat.
Pasalnya, juara dari masing-masing grup otomatis promosi ke Liga 1.Satu tim promosi tersisa bakal ditentukan lewat play-off yang mempertemukan tim di peringkat dua klasemen akhir masing-masing grup.
"Sekarang, juara Barat sama Timur langsung bertemu untuk tentukan juaranya. Kami melakukan itu untuk menghindari hal-hal seperti match fixing dan sebagainya," kata Cucu kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu 4 Maret 2020.
Lebih lanjut, Cucu menjelaskan, hal itu dipastikan tak akan mengurangi instensitas pertandingan Liga 2 musim ini. Selain itu, pertimbangan geografis Indonesia yang luas juga menjadi alasan mengapa babak 8 besar Liga 2 dihapus.
Direktur PT Liga Indonesia Bari (LIB), Cucu Somantri, mengatakan, perubahan ini dilakukan untuk menghindari praktik pengaturan skor yang pernah terjadi di babak 8 besar Liga 2 musim-musim sebelumnya.
"Secara geografis negara kita kan cukup luas, makanya Liga 2 dibagi wilayah Timur dan Barat. Nah, kan sudah terpilih yang juara Timur dan Barat, yang berarti sudah dipastikan mereka itu yang paling jago," ucapnya.
Editor : Berita Minang






