Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya literasi sejak dini melalui kebiasaan membaca bersama, berdialog, dan mendampingi anak belajar.
Menurutnya, festival ini diharapkan mampu menginspirasi anak-anak agar semakin gemar membaca, mendorong kreativitas pendidik, serta memperluas kolaborasi antara komunitas, penulis, seniman, pelaku UMKM, dan sektor ekonomi kreatif.
“Penguatan literasi membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, hingga masyarakat luas. Budaya membaca tidak akan tumbuh hanya melalui program sesaat, tetapi perlu dibangun secara konsisten melalui keteladanan dan lingkungan yang mendukung,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, diluncurkan Gerakan Padang Panjang Membaca 1-1-1, dengan konsep satu pelajar, satu buku, satu bulan. Gerakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca secara konsisten di kalangan pelajar.
Kedua inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan, khususnya di lingkungan sekolah, untuk memperluas wawasan pelajar, menumbuhkan kecintaan terhadap buku, dan memperkuat kepedulian terhadap budaya lokal.
Turut hadir Wakil Wali Kota Allex Saputra, Kabid Layanan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Fajri Rahmad Ersya, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Doni Hendra, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Rutan Kelas IIB, serta undangan lainnya. (rifki/lex)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva





