Senada dengan itu, Yona Primadesi menyampaikan, inovasi diperlukan agar kegiatan literasi tetap menarik bagi generasi muda. Meski dikemas secara kreatif, kebiasaan membaca dan menulis harus tetap menjadi inti dari gerakan literasi.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
“Literasi perlu terus berinovasi supaya dekat dengan anak muda. Namun intinya tetap sama, yaitu membiasakan diri membaca dan berani menulis,” katanya. Melalui peluncuran buku dan gelar wicara ini, Festival Literasi IV diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi pelajar dan generasi muda Padang Panjang untuk mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, serta menumbuhkan budaya membaca dan menulis. (mg/aulia/irma/iman/lex)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Berita Minang dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





