Ia juga berharap FKI XIII mampu mendorong lahirnya seniman dan budayawan yang kompeten, berkarakter, serta mampu membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Karya yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara dan terbuka terhadap perkembangan zaman diharapkan semakin memperkuat daya saing seni Indonesia di tingkat internasional.
Sementara itu, Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika, berharap penyelenggaraan FKI XIII dapat memperluas jejaring antarperguruan tinggi seni, membuka peluang kerja sama lintas institusi, serta mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi yang relevan dengan perkembangan seni saat ini.
Ia menilai pertemuan berbagai delegasi menjadi kesempatan untuk mempertemukan ide, pengalaman, pendekatan artistik, dan perspektif kebudayaan yang beragam. Interaksi tersebut diharapkan melahirkan karya baru, meningkatkan kualitas pendidikan seni, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan meskipun festival telah berakhir.
Pembukaan FKI XIII turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zakri, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Bupati Padang Pariaman Jon Kennedy Aziz, anggota Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI), serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmatias. (rifki/lex)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva





