Lebih lanjut Nauli menjelaskan, pembangunan perpustakaan ini, tidak hanya melayani masyarakat akan kebutuhan bacaan saja, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar dan edukatif, melalui program Layanan Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP BIS).
"Perpustakaan ini dikonsep tidak hanya menjadi tempat membaca dan menyimpan sebagai ruang belajar bersama yang interaktif, edukatif dan inklusif. Untuk itu, dilakukan berbagai kelas, diantaranya, kelas tahsin, public speaking dan sejumlah kelas lainnya,. Setiap minggu kita laksanakan. Alhamdulillah, antusias warga cukup tinggi. Semoga kami berikan kebermanfaatan yang positif bagi masyarakat," Jelasnya.
( yus)
Penulis / Wartawan: Yusrizal
Editor: Medio Agusta





