"Jangan memandang jabatan kepala sekolah semata-mata sebagai promosi atau pencapaian karier. Ukuran keberhasilannya bukan hanya tertibnya administrasi, tetapi juga meningkatnya kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik," tegasnya.
Lebih jauh, Elzadaswarman berharap diklat ini melahirkan pemimpin-pemimpin sekolah yang visioner, mampu mendorong literasi dan numerasi, memacu inovasi, serta aktif membangun kolaborasi solid dengan guru, orang tua murid, dan masyarakat.
"Kita ingin setiap anak di Payakumbuh memperoleh kesempatan yang adil untuk meraih masa depan yang lebih baik. Saya berharap peserta membuktikan hasil diklat melalui kerja nyata dan peningkatan kualitas layanan pendidikan," tutup Wawako.
Nalfira turut merinci ketatnya proses seleksi di balik program tersebut. Awalnya, Dinas Pendidikan mengundang 66 orang guru untuk mengikuti tahapan seleksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 orang berhak melaju ke tahapan seleksi substantif yang digelar pada 9 Oktober 2026 lalu.
Penulis / Wartawan: Medio Agusta
Editor: Medio Agusta





