IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan MGMP Tingkatkan Kompetensi Guru Teknik Mesin Sumatera Barat

Kegiatan PKM Teknik Mesin Fakultas Teknik UNP yang diketuai Dr. Febri Prasetya, S.Pd., M.Pd.T., ketika hadiri kegiatan di SMK Negeri 2 Payakumbuh. Foto-Foto: Tim PKM Teknik Mesin UNP
Kegiatan PKM Teknik Mesin Fakultas Teknik UNP yang diketuai Dr. Febri Prasetya, S.Pd., M.Pd.T., ketika hadiri kegiatan di SMK Negeri 2 Payakumbuh. Foto-Foto: Tim PKM Teknik Mesin UNP
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan penguatan kompetensi kepada guru agar teknologi CAD, khususnya SolidWorks, dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran Teknik Pemesinan dan semakin mendekatkan pembelajaran dengan kebutuhan industri,” ujar Febri Prasetya.

Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dan dilatih menggunakan SolidWorks sebagai perangkat lunak CAD untuk membuat desain komponen secara digital. CAD atau Computer Aided Design merupakan teknologi yang memungkinkan proses perancangan produk dan komponen dilakukan dengan bantuan komputer.

Materi 3D Part Design mencakup proses pembuatan sketch, pemodelan tiga dimensi, penggunaan berbagai fitur desain, hingga menghasilkan model komponen yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan pembelajaran Teknik Pemesinan.

Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk tidak hanya memahami konsep desain secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan proses perancangan secara langsung menggunakan perangkat lunak yang banyak digunakan dalam bidang desain dan manufaktur.

Bagi pembelajaran SMK, penguasaan teknologi CAD memiliki nilai strategis. Guru dapat mengembangkan desain komponen, gambar kerja, maupun objek pembelajaran berbasis digital yang selanjutnya dapat digunakan untuk memperkuat keterampilan peserta didik dalam memahami proses manufaktur.

Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara dosen dan guru. Pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi dapat dipertemukan dengan pengalaman praktis guru di sekolah sehingga materi pelatihan lebih dekat dengan kebutuhan pembelajaran Teknik Mesin di SMK.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kehadiran 20 guru dari SMK se-Sumatera Barat menunjukkan adanya kebutuhan terhadap pengembangan kompetensi digital di lingkungan pendidikan vokasi. Penguasaan teknologi desain diharapkan tidak berhenti pada kemampuan individu guru, tetapi dapat memberikan efek lanjutan melalui penerapan materi dan metode pembelajaran di sekolah masing-masing.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peran perguruan tinggi dalam pendidikan vokasi tidak terbatas pada pendidikan dan penelitian. Perguruan tinggi juga memiliki ruang strategis untuk mentransfer pengetahuan, teknologi, dan pengalaman kepada guru sebagai bagian dari ekosistem pengembangan sumber daya manusia SMK.

Melalui kegiatan upskilling dan reskilling, guru diharapkan mampu mengikuti perubahan teknologi sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai perkembangan teknologi manufaktur.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, MGMP, dan satuan pendidikan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program peningkatan kompetensi lainnya. Dengan kesinambungan kerja sama tersebut, hasil pelatihan tidak hanya menjadi pengetahuan baru bagi peserta, tetapi dapat diterapkan dalam pembelajaran dan memberikan dampak nyata terhadap kompetensi peserta didik SMK di Sumatera Barat. (R/BM)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH