Aksi solidaritas tersebut digelar dalam rangkaian Hari Jadi Sumatera Barat ke-81 dan dihadiri Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Mr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari, Bang Onim, Opick Tombo Ati, serta Izzatul Islam.
Mahyeldi kemudian mengaitkan aksi solidaritas tersebut dengan sejarah panjang perjuangan Sumatera Barat. Ia menjelaskan, 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Jadi Sumbar karena bertepatan dengan pengambilalihan kembali Keresidenan Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang pada 1 Oktober 1945.
“Ini dilandaskan dari peristiwa diambil alihnya Residen Sumatera Barat dari pemerintahan Jepang. Maka dari situlah 1 Oktober dijadikan sebagai Hari Jadi Sumatera Barat,” ujarnya.
“Perjalanan bangsa ini sudah begitu panjang, dan kita telah mengalami tantangan demi tantangan,” katanya.
Editor : Marjeni Rokcalva






