"Persoalan stunting untuk kab Pasaman, Pasaman Barat, dan Solok Selatan untuk dapat menjadi perhatian penanganannya, karena pemerintah provinsi sangat serius menangani permasalahan stunting ini. Pemerintah provinsi akan melakukan koordinasi dan meminta kab/ko dan menanggapi cepat jika ada kab/kota yang masih ada permasalahan stunting", ujar Nasrul Abit.
Nasrul Abit mengingatkan untuk pemuda di setiap nagari agar dapat membuat gerakan masal anti narkoba agar dapat mencegah setiap pemuda jauh dari narkoba, kita tidak harus menjauhi tetapi untuk diingatkan agar direhabilitasi untuk dapat bisa hidup normal seperti sediakala.
"Saat ini perkembangan penyakit penyimpangan sex -LGBT juga sudah merebak di Sumatera Barat, sudah mencapai 20.000 orang, yang data awal dahulunya masih 1.800, sesuatu perkembangan yang memprihatikan. Dan data Rs. M. Djamil Padang memperlihatkan prilaku LGBT terbukti 70 persen lebih cepat pengembangan penyakit HIV/Aids yang saat ini sudah berjumlah sudah 3000 orang", ungkapnya.
Hal ini perlu dilakukan agar narkoba dan LGBT tidak semakin merebak di Sumatera Barat, untuk kebaikan generasi muda dan kesinambungan pembangunan daerah dan nasional. (ZAR/MR)
Editor : Berita Minang






