“Keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya di sarana transportasi publik, merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seperti yang dilakukan bersama KAI perlu terus diperkuat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin dan semakin solid dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan simulasi latihan gabungan yang melibatkan personel dari unsur terkait. Dalam skenario yang diperagakan, personel melakukan sejumlah tahapan penanganan situasi darurat akibat ancaman aksi terorisme, mulai dari koordinasi dan pelaporan awal, pengamanan lokasi, pengendalian situasi, hingga proses evakuasi pelanggan dari area terdampak.
Simulasi juga memperagakan penanganan lanjutan oleh personel khusus sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, serta kebutuhan untuk menjaga situasi tetap terkendali sehingga potensi risiko terhadap pelanggan, petugas, maupun masyarakat di sekitar lokasi dapat diminimalkan.
Kolaborasi KAI bersama Polda Sumbar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan simulasi, tetapi terus dikembangkan melalui komunikasi, koordinasi, dan kegiatan peningkatan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara operator transportasi, aparat keamanan, dan unsur terkait lainnya, penanganan berbagai potensi gangguan keamanan dapat dilakukan secara lebih terpadu.
Editor : Marjeni Rokcalva






