PADANG - Tim Pengabdian UNP Berdampak diketuai Ketua Tim Prof. Dr. Mawardi, M.Si. dengan anggota Faizah Qurrata Aini, S.Pd., M. Pd., Okta Suryani, S.Pd., M.Sc., Ph.D., Nofri Yuhelman, M.Pd. dibantu mahasiswa Claudia Cantika Yuri, dan Nurul Latifah dan Anggota Mitra, Dewi Surya Indravita, S. Pd., M. Si melakukan Penguatan Kompetensi Guru MGMP Kimia Kota Padang melalui TOT berbasis produk dan adopsi discord-LMS Pedagogik FGIL-Deep Learning.
Ketua Tim Prof. Dr. Mawardi, M.Si. menyebutkan dalam kegiatan ini, MGMP Kimia Kota Padang melibatkan sekitar 80 guru kimia, bersama SMAN 1 Padang, SMAN 8 Padang, dan SMA Pembangunan UNP (Sekolah Labor Pembangunan) dan dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2026.
“Ini merupakan komunitas strategis untuk peningkatan mutu pembelajaran kimia. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran kimia diharapkan mendorong pemahaman konseptual terintegrasi (makro–submikro–simbolik), penalaran ilmiah, kolaborasi, dan regulasi diri. Namun, pembelajaran kimia dasar—khususnya Struktur Atom, Sistem Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia—masih sering dominan prosedural–hafalan sehingga miskonsepsi bertahan dan transfer konsep rendah,” katanya Selasa (15/9/2026).
Permasalahan semakin kompleks ketika pembelajaran digital di sekolah masih bersifat administratif, belum menjadi LMS pedagogik yang menstrukturkan alur belajar asinkron–sinkron. Variasi kompetensi TIK-pedagogik guru, keterbatasan waktu untuk mengembangkan perangkat ajar inkuiri, serta ketiadaan monitoring berbasis data menyebabkan praktik baik sulit konsisten dan sulit direplikasi.
Oleh sebab itu, mitra (dalam hal ini MGMP Kimia Kota Padang) membutuhkan penguatan kompetensi guru melalui TOT berbasis produk yang menghasilkan portofolio nyata, sekaligus adopsi TTG Discord-LMS pedagogik lengkap dengan SOP, perangkat ajar, dan mekanisme evaluasi.
“MGMP Kimia Kota Padang berperan sebagai simpul peningkatan kompetensi guru lintas sekolah, wadah diseminasi praktik baik, serta calon penggerak replikasi. Tiga sekolah mitra memiliki variasi kesiapan infrastruktur TIK, dan penggunaan platform digital masih dominan untuk distribusi materi dan pengumpulan tugas. Ruang diskusi konseptual, refleksi terdokumentasi, serta penguatan konsep melalui aktivitas asinkron belum konsisten,” tukuknya.
Topik Struktur Atom, Sistem Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia merupakan fondasi yang sarat miskonsepsi dan menuntut multi-representasi. Kesalahan pemahaman pada topik ini berdampak pada kesulitan belajar topik lanjutan. Karena itu, program diarahkan pada penguatan kompetensi guru untuk menghasilkan perangkat ajar inkuiri terbimbing dan mengoperasikan LMS pedagogik agar pembelajaran lebih bermakna dan terukur.
Dari sisi pembelajaran kimia, topik-topik yang kaya miskonsepsi dan menuntut integrasi konsep—misalnya [Hidrolisis Garam/Termokimia/Asam–Basa]—sering memunculkan kesulitan pada peserta didik, baik dalam mengaitkan konsep (asam–basa, kesetimbangan, sifat larutan) maupun dalam memahami representasi kimia. Guru memerlukan LKPD dan skenario pembelajaran yang memandu inkuiri secara bertahap dan memungkinkan peserta didik membangun konsep melalui bukti, bukan hafalan.
Kondisi eksisting ini berdampak pada: (a) kualitas interaksi belajar yang belum optimal, (b) variasi keterlibatan peserta didik pada pembelajaran mandiri, dan (c) keterbatasan bukti terukur untuk menunjukkan peningkatan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan intervensi terpadu yang mudah diterapkan, hemat biaya, dan adaptif terhadap variasi kesiapan digital sekolah.
Editor : Marjeni Rokcalva






