PADANG - Dalam berbagai hasil usaha yang terjadi, kita janganlah menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Allah karena kita mungkin tidak mau menghadapi kenyataan yang tidak berhasil tersebut.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Krismadinata, Ph.D. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (4/9) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Dalam hidup ini ada dua masalah yakni masalah yang dapat diselesaikan dan masalah yang tidak dapat diselesaikan dan untuk masalah yang tidak dapat diselesaikan tidak usah dipikirkan," tambah Rektor Krismadinata, Ph.D.
Pada kesempatan itu, Rektor Krismadinata, Ph.D. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. Halomoan, M.Pd. yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Dr. Halomoan, M.Pd. melalui ceramahnya bertopik "Jahiliyah dalam Perspektif Alquran" menyampaikan bahwa kalimat jahiliyah adalah kondisi orang Arab sebelum datangnya Alquran.
"Dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 154 Allah menyampaikan bahwa Setelah kamu ditimpa kesedihan, kemudian Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lagi telah mencemaskan diri mereka sendiri. Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah," jelas Dr. Halomoan, M.Pd.
Lebih lanjut Ustaz Dr. Halomoan, M.Pd. menyampaikan bahwa dalam Ayat tersebut disampaikan bahwa setelah menjelaskan ampunan Allah atas kesalahan pasukan pemanah yang meninggalkan posisinya pada Perang Uhud, Allah lalu beralih menjelaskan pertolongan-Nya kepada pasukan muslim berupa kantuk walau dalam suasana duka. Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu berupa kantuk yang bisa menghilangkan kepenatan yang meliputi segolongan dari kamu yang kuat imannya, sedangkan segolongan lagi, yang imannya tidak kuat, telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah, bahwa kalau Nabi Muhammad itu benar-benar nabi dan rasul Allah, tentu dia tidak akan kalah dalam peperangan.
"Dalam perjuangan Nabi Muhammad bersama umat dalam hijrah, ada kelompok umat yang dalam memulai usahanya tidak menyertai atau tidak berserah diri kepada Allah, tetapi setelah atau ketika usahanya yang tidak berhasil mereka menyalahkan Allah," tambah Ustaz Dr. Halomoan, M.Pd.
Pada kesempatan itu, Ustaz Dr. Halomoan, M.Pd. juga menjelaskan mencari-cari kesalahan setelah terjadinya sesuatu usaha yang yang tidak berhasil,
menduga yang salah kepada Allah, menyalahkan Allah, menolak yang benar adanya tentulah sebagai karakteristik zaman Jahiliyah tersebut.
Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Jahiliyah dalam Perspektif Alquran
Berita Terkait






