“MTQ KORPRI ini bukan hanya sekadar kita mengikuti musabaqah tilawatil Qur’an, tetapi bagaimana menginternalisasikan Al-Qur’an di dalam keseharian masyarakat di Sumatera Barat,” katanya.
Ia menilai, semangat tersebut sejalan dengan karakter dan kearifan lokal Sumatera Barat yang menjadikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan kehidupan masyarakat, sebagaimana juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat.
Mahyeldi mengapresiasi kesungguhan KORPRI Sumbar dalam mempersiapkan kafilah. Pembinaan dilakukan melalui 10 kali Training Center (TC), dengan melibatkan pelatih nasional, evaluasi dan koreksi secara berkala, try out, hingga pemberian tugas latihan mandiri kepada peserta.
Selain kemampuan individu, Gubernur juga memberikan perhatian terhadap penampilan kolaboratif kafilah. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang penting untuk terus dibangun dalam kehidupan, termasuk di lingkungan birokrasi.
Editor : Marjeni Rokcalva






