Capaian tersebut merupakan hasil seleksi dan penilaian yang berlangsung sekitar tiga bulan. Kompetisi diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan tim penilai independen dari kalangan akademisi.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada para inovator, siswa, pembimbing, serta seluruh pihak yang mendukung lahirnya karya tersebut.
“Selamat dan apresiasi tertinggi kepada para inovator beserta seluruh tim pendukung yang telah mengharumkan nama Kota Payakumbuh melalui karya-karya inovatif. Semoga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi solusi terhadap berbagai persoalan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Zulmaeta.
“Teruslah berkreativitas dan berinovasi tanpa batas untuk kota yang kita cintai,” katanya.
Editor : Medio Agusta






