Kehadiran Bundo Kanduang dan Niniak Mamak dalam kegiatan tersebut juga dinilai penting. Sebagai bagian dari struktur sosial dan adat Minangkabau, keduanya memiliki ruang strategis untuk memberikan nasihat, membangun kesadaran keluarga, serta ikut mengarahkan generasi muda agar mampu mengambil keputusan yang tepat bagi masa depannya.
Sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi benteng perlindungan yang semakin kuat bagi anak.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
Melalui kolaborasi tersebut, Padang Panjang diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, belajar, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan tanpa harus kehilangan kesempatan akibat perkawinan pada usia yang belum semestinya. (cigus/lex)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Marjeni Rokcalva
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Berita Minang dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





