Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan arah tumbuh kembang anak. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka sehingga anak memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan, menyampaikan keinginan, serta mendapatkan pendampingan ketika menghadapi berbagai tantangan.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian lingkungan sekitar. Ketika keluarga, masyarakat, dan lembaga adat memiliki perhatian yang sama terhadap masa depan anak, berbagai risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, Winarno mengatakan, perkawinan anak dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kehidupan anak dan keluarga. Di antaranya risiko putus sekolah, persoalan kesehatan ibu dan anak, serta permasalahan sosial dan ekonomi.
Winarno berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing. Dengan begitu, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi menjadi kepedulian bersama di tengah masyarakat.
Editor : Marjeni Rokcalva






