Menanggapi penghargaan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa Kartika Pamong Praja Madya bukanlah penghargaan untuk dirinya semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten dan kota, para alumni IPDN, serta dukungan masyarakat Sumbar.
“Penghargaan ini bukan milik saya pribadi. Ini adalah hasil kerja keras seluruh aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten dan kota, para alumni IPDN, serta seluruh masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi dirinya dan Pemprov Sumbar dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan pemerintah tidak diukur dari besarnya anggaran ataupun banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Mahyeldi menambahkan, penghargaan tersebut sekaligus menjadi amanah bagi dirinya untuk terus memperkuat budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus terus dijaga melalui kinerja yang nyata dan pelayanan yang semakin berkualitas.
Editor : Marjeni Rokcalva






