Perhatian juga diberikan terhadap kualitas lingkungan pengungsian. Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dipastikan memenuhi standar kesehatan sehingga risiko penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk dapat ditekan.
Di sisi lain, kebutuhan logistik kesehatan hingga kini masih terpenuhi. Persediaan obat-obatan dan alat kesehatan dinilai mencukupi. Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berupa perlengkapan kesehatan serta makanan tambahan bagi bayi, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Beruntung, akses menuju lokasi terdampak tidak terputus total sehingga distribusi obat-obatan maupun mobilitas tenaga kesehatan masih dapat dilakukan tanpa kendala berarti.
Penanganan kesehatan di lokasi bencana juga tidak dilakukan sendiri. Dinas Kesehatan membangun koordinasi intensif bersama BPBD, rumah sakit, puskesmas, TNI, Polri, serta berbagai unsur lainnya melalui posko terpadu sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani.
Editor : Medio Agusta






