Hingga kini, sebanyak 1.109 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan melalui pos pelayanan yang dibuka selama penanganan bencana berlangsung. Posko kesehatan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan medis bagi masyarakat yang harus meninggalkan rumah akibat pergerakan tanah.
Pelayanan kesehatan juga diperkuat melalui Puskesmas Koto Tinggi yang menjadi pusat koordinasi layanan. Seorang bidan ditempatkan di hunian sementara, sementara keberadaan puskesmas pembantu (Pustu) memastikan masyarakat tetap mudah mengakses pelayanan kesehatan dasar.
"Seluruh pelayanan kesehatan tetap berjalan. Di hunian sementara ada bidan yang ditugaskan dan wilayah tersebut juga terjangkau oleh Pustu," jelasnya.
Di tengah kondisi darurat, Dinas Kesehatan juga memastikan seluruh puskesmas di wilayah terdampak tetap beroperasi normal. Dengan demikian, pelayanan rutin seperti imunisasi, pemeriksaan kehamilan, pelayanan ibu dan anak, hingga pengobatan penyakit umum tidak terhenti meski bencana masih berlangsung.
Untuk itu, petugas surveilans kesehatan melakukan pemantauan setiap hari terhadap kondisi kesehatan masyarakat di lokasi pengungsian. Setiap kasus dicatat dan dianalisis sebagai langkah deteksi dini agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB).
Editor : Medio Agusta






