LIMA PULUH KOTA - Bencana tanah bergerak yang melanda Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh beberapa waktu yang lalu, tidak hanya memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Di balik tenda-tenda pengungsian dan hunian sementara, ancaman lain ikut mengintai, yakni menurunnya kondisi kesehatan masyarakat akibat perubahan lingkungan, sanitasi yang terbatas, hingga tekanan psikologis yang dialami para korban.
Menyadari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat memastikan pelayanan kesehatan tetap hadir di tengah masyarakat terdampak. Sejak hari pertama bencana, tenaga kesehatan diterjunkan untuk melakukan Rapid Health Assessment (RHA) guna memetakan kondisi kesehatan warga, mengidentifikasi kelompok rentan, serta menentukan kebutuhan pelayanan medis yang harus segera dipenuhi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, dr. Budi Andri kepada media ini mengatakan pelayanan kesehatan tidak hanya difokuskan pada pengobatan warga yang sakit, tetapi juga upaya pencegahan agar bencana tidak berkembang menjadi krisis kesehatan.







