Selain itu, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai cara mengurangi gema dan pantulan suara melalui penataan interior serta penggunaan material akustik yang sesuai. Pemahaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat kejelasan suara (speech intelligibility) sehingga bacaan Al-Qur'an, azan, khutbah, maupun ceramah dapat didengar dengan lebih baik oleh seluruh jamaah.
Prof. Ganefri juga menekankan pentingnya penggunaan pengeras suara secara proporsional sebagai bentuk keseimbangan antara syiar Islam dan kenyamanan masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan sistem audio yang tepat, masjid dapat menyampaikan syiar secara efektif tanpa menimbulkan polusi suara.
Di samping itu, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para pengurus dan operator masjid dalam mengoperasikan serta merawat sistem tata suara secara profesional. Pengetahuan tersebut sekaligus membantu pengurus menentukan kebutuhan peralatan secara tepat sehingga anggaran masjid dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Prof. Ganefri menegaskan bahwa pelatihan akustik masjid bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar memakmurkan rumah Allah melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada umat.
Editor : Marjeni Rokcalva






