“Bukittinggi dan Amsterdam memiliki nilai sejarah yang dapat menjadi jembatan persahabatan kedua bangsa. Kami melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengelolaan arsip sejarah, hingga pembangunan berkelanjutan,” ujar Vasko.
Ia menambahkan, Sumbar memiliki berbagai potensi strategis yang terbuka untuk kerja sama internasional, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pengalaman Belanda dalam pengelolaan air, teknologi pertanian, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan dapat menjadi referensi penting bagi percepatan pembangunan daerah.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan seminar internasional tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus sarana memperkenalkan peran Bukittinggi dalam sejarah Indonesia kepada dunia internasional.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi menawarkan sejumlah agenda kerja sama yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional, antara lain pengembangan arsip digital sejarah Indonesia-Belanda, penguatan jejaring penelitian, program pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital berbasis teknologi, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga wisata sejarah.
Editor : Marjeni Rokcalva






