Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Perang Manggopoh memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi salah satu perlawanan rakyat yang dipicu oleh penolakan terhadap kebijakan belasting atau pajak yang diberlakukan pemerintah kolonial. Bahkan ketika banyak daerah lain telah menyerah, masyarakat Manggopoh tetap melanjutkan perjuangan bersenjata.
“Semoga peringatan ini semakin memperkuat jati diri kita sebagai generasi pejuang yang berani menegakkan kebenaran dan memerangi kemungkaran,” pungkasnya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Upacara peringatan 117 Tahun Perang Manggopoh turut dihadiri unsur Forkopimda Plus Kabupaten Agam, anggota DPRD Provinsi Sumbar dan DPRD Kabupaten Agam, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, para staf ahli, asisten, kepala OPD, camat se-Kabupaten Agam, TP-PKK, GOW, Dharma Wanita, wali nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, LSM, serta insan pers. (adpsb/bud)
Editor : Marjeni Rokcalva







