“Peringatan seperti ini penting untuk memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarahnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sejarahnya,” tambah Vasko.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal juga menegaskan hal yang sama. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meneladani semangat perjuangan rakyat Manggopoh yang berani melawan penjajahan demi menegakkan harga diri bangsa.
“Hari ini kita berdiri di atas tanah yang dahulu menjadi saksi keberanian masyarakat Manggopoh. Perang Manggopoh yang meletus pada 15 Juni 1908 merupakan bentuk nyata perlawanan rakyat Minangkabau terhadap ketidakadilan dan pemaksaan kebijakan oleh penjajah,” ujar Iqbal usai upacara.
Iqbal juga menyoroti peran Mandeh Siti Manggopoh sebagai salah satu tokoh utama perlawanan rakyat. Ia menyebut para pejuang Perang Manggopoh sejatinya layak dikenang sebagai pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kehormatan masyarakat Minangkabau.
Editor : Marjeni Rokcalva






