Menurut Mahyeldi, perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan kasus kanker kolorektal. Konsumsi makanan olahan dan daging merah secara berlebihan, rendahnya konsumsi serat, serta kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.
“Ada ketidakseimbangan antara apa yang kita konsumsi dengan energi yang kita keluarkan. Karena itu, pola hidup sehat harus menjadi perhatian bersama agar risiko berbagai penyakit, termasuk kanker, dapat ditekan,” tuturnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan melalui edukasi dan deteksi dini perlu terus diperkuat agar kasus kanker dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani secara optimal.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai bagian dari jejaring ASEAN Center of Excellence di bidang Minimal Invasive Colorectal Surgery.
Editor : Marjeni Rokcalva






