Menurutnya, simposium dan pelatihan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang bedah minimal invasif yang saat ini terus berkembang pesat.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kolegium Ilmu Bedah, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia, para narasumber, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperkuat kapasitas tenaga medis, khususnya di Sumatera Barat,” katanya.
“Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Yang menjadi perhatian kita, usia penderita saat ini semakin muda. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






