pelaksanaan penyembelihan di Masjid Jami’ Agung berbeda dengan daerah lain. Panitia qurban dan pengurus masjid sepakat memilih hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah) dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tersebut, dengan pertimbangan sosiologis warga setempat yang mayoritas beraktivitas di sektor ekonomi.
"Masjid kita berada di tengah-tengah pusat aktivitas Pasar Bawah. Mayoritas penerima manfaat adalah warga yang menyandarkan hidupnya di pasar ini. Jika kurban dilaksanakan pada tanggal 10 atau 11 Dzulhijjah, mereka sebagian besar belum kembali beraktivitas karena masih merayakan Lebaran di kampung halaman masing-masing", ujar Dahyus Dt Pado Basa selaku Ketua Pengurus Masjid.
Dengan menyembelih hewan kurban pada hari Sabtu yang bertepatan dengan hari pasar, pengurus memastikan seluruh pedagang dan pekerja pasar telah kembali ke lingkungan masjid. Langkah strategis ini diambil agar pendistribusian daging kurban menjadi jauh lebih tepat sasaran, efektif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, jelasnya.
"Kami atas nama jamaah Masjid Jami' Agung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Bukittinggi. Kepercayaan yang diberikan untuk mengelola sapi kurban bantuan Presiden ini merupakan berkah luar biasa bagi kami dan warga di lingkungan Pasar Bawah,"ujar Dahyus.
Editor : Medio Agusta






