Hari ini bukan hari kerja biasa. Hari ini adalah hari di mana para perempuan pejuang jalanan itu — yang setiap hari mengantarkan pesanan orang lain — akhirnya menjadi yang diantarkan.
Helm, Keringat, dan Dua Anak yang Harus Makan
Direktur Laznas PPPA Daarul Qur'an, Dwi Kartika Ningsih, tidak duduk di kursi atau berdiri di podium. Beliau turun langsung — berjalan dari satu driver ke driver lain, menyerahkan paket daging qurban sambil menatap mata mereka dan benar-benar mendengarkan.
Program bertajuk "Dari Perempuan untuk Perempuan" ini lahir dari satu kegelisahan sederhana: perempuan-perempuan tangguh yang setiap hari mengais rezeki di jalanan sering kali luput dari perhatian di hari-hari besar.
"Biasanya Kami yang Mengantar. Baru Kali Ini Dapat Bagian."
Salah satu momen paling membekas datang dari Siti Aminah, 38 tahun, ibu dua anak asal Ciledug yang sudah empat tahun menjalani hidup sebagai driver ojek online. Saat menerima paket daging, ia tidak langsung memasukkannya ke dalam tas. Ia memeluknya — sebentar — seolah memastikan ini nyata.
Editor : Marjeni Rokcalva






