Produksi kopi dilakukan setiap 15 hari sekali dengan jumlah sekitar 50 hingga 100 kilogram, tergantung permintaan pasar. Dalam proses produksi, usaha ini melibatkan empat orang pekerja, dengan pembagian tugas dua orang merendang biji kopi, satu orang mengayak kopi, dan satu orang lagi bagian pengemasan kopi.
Untuk pemasaran, Bubuk Kopi Minang S telah menjangkau beberapa daerah seperti Payakumbuh dan Pekan Baru yang sudah ada pelanggan tetap. Produk ini cukup diminati karena cita rasa yang khas dan kualitas yag konsisten. Keunggulan produk ini terletak pada pengolahan proses pengolahan tradisonal yang menjaga aroma dan rasa tetap kopi tetap khas.
Selain menjaga kualitas roduk, usaha ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat atau keluarga yang membutuhkan pekerjaan. Kedepannya, Ibuk Hafniwarti berharap usahanya dapat terus berkembang dan teta mempertahankan identitas tradisionalnya.
Dengan semangat dan konsistensi yang dimiliki, Kopi Minang S menjadi salah satu contoh usaha kecil yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Keberhasilan usaha menunjukkan bahwa produk tradisonal tetap memiliki tempat di hati masyarakat, terutama jika mampu menjaga kualitas dan keasilan yang dimiliki. Selain itu, dukungan terhadap usaha lokal seperti ini juga manjadi hal penting dalam menjaga keberlangsungan budaya dan ekonomi daerah. (***)







