"Pelangi di Mars" (2026) adalah film fiksi ilmiah keluarga Indonesia tentang Pelangi (Keinaya Messi Gusti), manusia pertama yang lahir di Mars. Tertinggal saat koloni kembali ke Bumi, ia bertualang mencari mineral Zeolith Omega untuk menyelamatkan Bumi dari krisis air bersama robot-robot rusak, menyoroti persahabatan, keberanian, dan harapan.
Menurut Produser Film, Dendi Reynando, saat itu di tahun 2100, planet Mars yang tandus, di mana kehidupan manusia pertama kali terbentuk di luar Bumi.
"Kita menampilkan karakter utama Pelangi, anak berusia 12 tahun yang tangguh dan tumbuh dalam kesunyian, ditemani oleh robot-robot tua yang terbengkalai," katanya kepada wartawan di Padang, Senin malam (23/3/2026).
Ditamahbahkan Upie Guava (Sutradara),konflik dalam film ini merupakan konflik koloni manusia (termasuk ibu Pelangi, Pratiwi) kembali ke Bumi, meninggalkan Pelangi sendirian. Bumi menghadapi krisis air bersih akut yang dimonopoli korporasi Nerotek.
Untuk itu, misi Pelangi di Mars, memimpin para robot mencari Zeolith Omega, mineral ajaib untuk memurnikan air di Bumi, sambil bertahan dari ancaman lingkungan Mars.
Film karya sutradara Upi Guava ini menonjolkan visual futuristik dengan teknologi Extended Reality (XR).
Untuk informasi lebih lanjut, silakan ikuti akun media sosial resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures. Instagram : @mahakaryapictures Email : publicist.goodwork@gmail.com. (MR)
Editor : Ade MS






