Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pembelajaran, ide, dan inovasi dari implementasi Perhutanan Sosial, sekaligus menginisiasi kolaborasi multipihak untuk memperkuat dampak sosial, ekonomi, dan ekologis program tersebut.
“Pembelajaran dari berbagai negara menunjukkan bahwa yang berhasil menyelamatkan hutan adalah mereka yang mampu bekerja sama dengan masyarakat, menjadikan hutan tidak berjarak dengan rakyat,” ujar Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, saat membuka acara.
Dalam kesempatan yang sama, konsorsium juga menyerahkan buku “Stories of Impact: Cerita dari Masyarakat dan Komunitas Lokal di Sumatra dan Kalimantan” yang merangkum pengalaman dan dampak nyata pendampingan Perhutanan Sosial di lapangan.
“Atas nama Pemerintah Norwegia, kami bangga mendukung upaya tata kelola hutan yang produktif dan inklusif melalui Perhutanan Sosial,” ujar Rut Kruger Giverin, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia.
Selama empat tahun lima bulan implementasi, program ini telah mendampingi lebih dari 57 ribu hektar kawasan Perhutanan Sosial yang telah memperoleh izin, serta memperkuat kapasitas ribuan masyarakat melalui berbagai pelatihan pengelolaan usaha dan hutan berbasis komunitas.
“Setiap langkah yang dimulai dari masyarakat dan setiap kearifan lokal yang dijalankan membawa kebaikan bagi alam dan kehidupan bersama. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berdaya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” ujar Adi Junedi. (MR/R)
Editor : Ade MS






