Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, Mustafa, menyampaikan MTQ di Kota Bukittinggi, memiliki nilai historis dan strategis bagi pemulihan masyarakat dan penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an. "Kami berharap seluruh kafilah bertanding sportif dan menjadikan MTQ ke-41 sebagai momentum keberkahan,” ujarnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pelaksanaan MTQ kali ini memiliki nuansa berbeda karena berlangsung di tengah suasana duka akibat bencana. Setelah penantian lebih dari 32 tahun, Kota Bukittinggi kembali dipercaya menjadi tuan rumah dan diharapkan MTQ ini menjadi momentum doa serta ikhtiar bersama bagi keselamatan dan keberkahan daerah.
“Tema Dari Bukittinggi Kota Perjuangan untuk Sumatera Barat Unggul Menuju Indonesia Emas, menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membentuk generasi penerus bangsa yang beriman, berakhlak dan menjunjung nilai kerukunan. MTQ ini kami harapkan tidak sekedar menjadi ajang perlombaan, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan peserta lebih mengutamakan nilai-nilai Islam dari pada kemenangan semata,” ujarnya.
"Tema yang diangkat sejalan dengan upaya Pemprov, untuk membawa Sumatra Barat unggul menuju Indonesia emas," ujarnya.
Editor : Medio Agusta






