“Dengan Nagari Creative Hub, produk unggulan nagari bisa dikenal luas tanpa harus tergantung pada pasar kota,” tuturnya.
Ia juga mengajak para wali nagari untuk melibatkan masyarakat perantau dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan nagari.
Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel agar pembangunan bisa berjalan efektif dan efisien. Ia meminta seluruh OPD memperkuat sinergi dengan program pemerintah pusat dan memanfaatkan Geoportal Mandiri Sumbarnuntuk mendukung kebijakan satu peta.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, melaporkan hasil pengukuran Indeks Desa Tahun 2025. Jumlah desa mandiri di Sumbar naik signifikan menjadi 489 dari sebelumnya 368 desa.
Editor : Marjeni Rokcalva






