Wali Kota Hendri juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai adat dalam pembangunan. “Modernisasi boleh berjalan, tapi akar budaya jangan hilang. Justru dari sinilah karakter Padang Panjang sebagai kota pendidikan dan budaya terbentuk,” katanya.
Kesuksesan Pacu Kuda Pabasko juga menunjukkan keberhasilan Pemerintah Kota dalam membangun ekosistem partisipatif. Ribuan masyarakat terlibat langsung, mulai dari panitia, pelaku UMKM, hingga generasi muda yang menjadi relawan dan joki.
Ketua Pelaksana, Delius Putra, menyampaikan bahwa 59 ekor kuda ikut berlaga, termasuk dari Aceh dan Sumatera Utara. Antusiasme luar biasa ini menjadi bukti bahwa Padang Panjang kembali menjadi magnet olahraga tradisional Sumatera Barat.
Sorak penonton mencapai puncaknya saat kelas bergengsi Derby Divisi I – 1.400 meter dimenangkan oleh Sir Orbit, kuda milik Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias. Namun kemenangan sesungguhnya, menurut Hendri Arnis, adalah semangat kebersamaan masyarakat Pabasko.
Alek ini juga memperkuat citra positif Padang Panjang sebagai kota kecil dengan prestasi besar — tidak hanya di bidang pendidikan dan pemerintahan, tetapi juga dalam pelestarian budaya dan ekonomi kreatif.
Editor : Marjeni Rokcalva






