Tak hanya menjadi ajang olahraga, pacu kuda juga memperlihatkan kolaborasi erat antara pemerintah, Niniak Mamak, DPRD, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam kepemimpinan Hendri Arnis yang dikenal komunikatif, partisipatif, dan berpihak pada masyarakat.
Pemerintah Kota bersama DPRD tengah mendorong penataan kawasan Bancalaweh melalui pengesahan RTRW agar dapat dikembangkan secara optimal. Rencana ini mencakup revitalisasi kawasan batu kapur legendaris yang menjadi ikon sejarah dan wisata Padang Panjang.
“Bancalaweh bukan sekadar gelanggang pacuan, tapi bagian dari sejarah sastra nasional. Di sinilah kisah cinta Zainuddin dan Hayati dalam karya Buya Hamka bersemi. Nilai historis ini harus dijaga dan dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya,” jelas Hendri.
Semangat alek nagari ini juga menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota untuk memperkuat sektor UMKM. Tahun ini, panitia menyediakan 1.877 lapak gratis bagi pedagang kecil dan pelaku usaha lokal. Hasilnya, ekonomi menggeliat, dan masyarakat tersenyum.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang membuka kegiatan, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Padang Panjang atas keberhasilan menggelar event yang sarat nilai budaya dan manfaat ekonomi. “Tradisi ini bernilai ibadah dan sekaligus menggerakkan ekonomi umat,” ujarnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






