Dari judo dan kurash itulah, ia membangun fondasi yang kelak menjadi kekuatannya di sambo— olahraga asal Rusia yang memadukan keduanya.
“Dari judo saya belajar sabar, dari kurash saya belajar pegangan, dan di sambo semuanya menyatu,” ujarnya.
Tahun 2025 menjadi puncak perjuangan panjang itu. Yusril mewakili Sumatera Barat di PON Beladiri II di Kudus, Jawa Tengah, turun di kelas 53 kg (sport putra).
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Di semifinal, ia menumbangkan Husni Hairil, peraih emas PON sebelumnya. Laga final berlangsung ketat melawan atlet Kalimantan Timur, Abdillah Muhammad Devlin, dengan skor 6–6. Namun, kartu kuning untuk lawan membuat kemenangan jatuh ke tangan Yusril. Ia berhasil mempersembahkan emas pertama untuk Sumatera Barat di cabang sambo.Medali itu bukan sekadar simbol prestasi, melainkan buah dari perjuangan panjang seorang anak kampung. Setiap tetes keringat, setiap kayu yang dipotong, dan setiap kulit kelapa yang dikupas menjadi bagian dari jalan menuju panggung kehormatan itu.
Editor : Marjeni Rokcalva






