Dari judo dan kurash itulah, ia membangun fondasi yang kelak menjadi kekuatannya di sambo— olahraga asal Rusia yang memadukan keduanya.
“Dari judo saya belajar sabar, dari kurash saya belajar pegangan, dan di sambo semuanya menyatu,” ujarnya.
Tahun 2025 menjadi puncak perjuangan panjang itu. Yusril mewakili Sumatera Barat di PON Beladiri II di Kudus, Jawa Tengah, turun di kelas 53 kg (sport putra).
Medali itu bukan sekadar simbol prestasi, melainkan buah dari perjuangan panjang seorang anak kampung. Setiap tetes keringat, setiap kayu yang dipotong, dan setiap kulit kelapa yang dikupas menjadi bagian dari jalan menuju panggung kehormatan itu.
Penulis / Wartawan: Editor
Editor: Marjeni Rokcalva





