KUDUS - DI kampung kecil bernama Kampung Baru, Kuranji Hulu, Kabupaten Padang Pariaman, hidup seorang pemuda yang sehari-harinya bekerja serabutan.
Kadang memotong kayu, kadang membuka kulit kelapa—apa saja yang bisa menghasilkan uang halal. Namanya Yusril Mahendra, lahir di Tanjung Alai pada 27 Februari 2000.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Alimunir, dan ibunya, Ermawati, selalu menanamkan satu hal: jangan malu bekerja, asal halal dan jujur. Nilai itu melekat kuat pada diri Yusril.
Perjalanan Yusril di dunia beladiri dimulai dari cabang judo. Ia belajar dasar-dasar disiplin dan teknik bantingan. Setelah beberapa tahun, ia sempat menekuni kurash, cabang beladiri asal Uzbekistan yang menuntut kekuatan dan kelincahan.
Editor : Marjeni Rokcalva






