Bantuan itu merupakan wujud kepedulian bersama dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Menurut Ny. Yesi Ramlan, upaya penurunan stunting bukan hanya sekadar mengejar angka statistik, tetapi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan produktif, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, pada rakor tersebut menjelaskan bahwa, stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia, katanya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Bukittinggi berada pada angka 16,8%, lebih rendah dibandingkan Provinsi Sumatra Barat (24,9%) dan nasional (19,8%), namun masih di atas target pemerintah yaitu 14%.Untuk mempercepat penurunan angka tersebut, Pemerintah Kota bersama lintas sektor melaksanakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai wujud gotong royong masyarakat.
Editor : Medio Agusta






