Status baru tersebut membuat PLUT KUMKM Sumbar lebih fokus dalam menjalankan fungsinya karena memiliki program serta anggaran sendiri.
“Kalau sebelumnya kegiatan PLUT masih terbatas karena menempel pada bidang lain, sekarang lebih fokus. Kami bisa langsung menyusun program, mengelola anggaran, dan memberikan layanan yang lebih cepat dan tepat untuk kebutuhan UMKM,” tambah Nico.
Sejak berdiri tahun 2019 lalu, PLUT KUMKM Sumbar secara konsisten telah mendampingi pelaku usaha di Sumbar. Saat ini ada delapan konsultan yang siap membantu UMKM, mulai dari aspek kelembagaan, pemasaran, sumber daya manusia, produksi, IT, pembiayaan, hingga kerjasama.
“Sejak awal berdiri kami sudah mendampingi ribuan UMKM di Sumbar. Dengan status UPT dan target BLUD, insyaAllah manfaatnya akan semakin luas, layanan makin berkualitas, dan UMKM kita kian berdaya saing,” pungkasnya. (adpsb/bud)
Editor : Marjeni Rokcalva






