“Pembangunan Batang Agam telah meningkatkan daya tampung sungai untuk pengendalian banjir, mengendalikan potensi runtuhan tebing sehingga kawasan produktif tetap terjaga, sekaligus menghadirkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menjadi wahana interaksi sosial warga kota,” jelasnya.
Selain itu, Kawasan Batang Agam kini berkembang menjadi destinasi wisata lokal unggulan serta menjadi sumber air baku utama bagi Kota Payakumbuh dengan kapasitas 100 liter per detik.
Dengan langkah terarah dan kerja sama lintas sektor, pengelolaan Kawasan Batang Agam diharapkan semakin optimal, sehingga benar-benar menjadi halaman depan kota (Riverfront City) yang membanggakan bagi masyarakat Payakumbuh. (Do)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Medio Agusta





